Translate Into
ArabicBlogger Tips And Tricks|Latest Tips For BloggersFree BacklinksBlogger Tips And Tricks Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

OMBAK 2016

Orientasi Mahasiswa Baru Kelautan 2016

Olahraga bersama Himailka

Setiap Sabtu pukul 06:00 Wib. di Halaman Rektorat Unib

HIMAILKA 2015-2016 DILANTIK

Selamat dan Sukses!

Save for Enggano

Selamatkan Pulau Enggano dari Aktivitas Penambangan!

HIMAILKA UNIB GELAR SEMINAR NASIONAL BAHAS "ENGGANO MARINE TECHNOPARK"

"Saya menyambut gembira dan penghargaan atas inisiatif penyelenggaraan seminar nasional ini, karena dari kegiatan ini juga akan membantu dalam merealisasikan program dari adopsi pulau Enggano 2013 lalu."

Sabtu, 03 Maret 2018

kuliah umum HIMAILKA UNIB



HIMAILKA UNIB- Mahasiwa/i Ilmu kelautan UNIB bekerja sama dengan UKM KAMPALA mengiuti Kuliah Umum bertemakan '' Rehabilitas Terumbu Karang dengan Media Bioreeftech '' oleh EGHBERT ELVAN AMPOU PH. D . pada hari sabtu,3 maret 2018 pukul 10.00  bertempat di gedung rektorat Universitas bengkulu.



EGHBERT ELVAN AMPOU PH. D memperoleh gelar sarjana ilmu kelautan di Univeristas Sam Ratunlangi, Manado-Sulawesi Utara pada tahun 2000. pada tahun 2005 memperoleh gelar Master in knowledge and Management of the Blodiversity of indonesian Coral Reefs, polytechnical University Of Delle Marche - ancona, italy. pada tahun 2013 Menerima gelar satya lencana wirakarya dari bapak Presiden RI atas inovasi Bioreeftek ( terumbu buatan) yang telah banyak diaplikasikan di beberapa wilayah di indonesia dan di ditahun 2015 masuk dalam 20 karya Teknologi Anak Bangsa dalam rangka Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ( Hakteknas ) dan penghargaan dari materi kelautan dan perikanan ibu Susi Pudjiastuti. sebuah kebahagian bagi kami khususnya mahasiswa Ilmu Kelautan bisa bertemu dan mendapatkan materi dari salah satu orang yang berpengaruh dalam bidang kelautan.



Metode Bioreeftech adalah metode yang memanfaatkan bahan alami berupa tempurung kelapa sebagai media untuk penempelan larva planula karang, sampai terbentuk individu baru.Metode Bioreeftech telah berhasil mengembalikan ekosistem terumbu karang dengan baik sehingga telah diterapkan untuk berbagai kegiatan rehabilitas di pemuteran-Bali, pulau Mandiangin - Madura dan Tanahbumbu - Kalimantan Selatan. Medote Bioreeftech sangat memanfaatkan potensi tempurung batok kelapa sebagai bahan yang paling utama pengambilan hewan karang. modal pemuatan Bioreeftech lebih murah dari pada metode yang lainnya. 




sebuah kebanggan bagi kami bertemu dengan anda. semoga materi-materi yang anda sampaikan kelak bisa kami terapkan dan kami bagikan kepada orang-orang yang ada diluar sana yang dan semoga kami bisa membuat sektor-sektor ilmu kelautan diluar sana menjadi lebih baik lagi, tutur Bupati HIMAILKA dalam kata sambutan pagi itu .




"Ibarat karang walau keras tapi berguna bagi lautan, begitulah hidup bekerja keras berguna untuk dunia'' . semoga semangat kita tumbuh untuk memajukan kelautan diindonesia 

jalesveva!!!
jayamahe!!!

penulis : kominfo ikl Unib 



Selasa, 30 Mei 2017

IKL UNIB | Mahasiswa Ilmu Kelautan Unib Mengukir Prestasi di Lomba MTQ Tingkat Universitas


IKL UNIB - Selasa (23/5/2017) Mahasiswa Ilmu Kelautan Unib tidak pernah berhenti mencetak prestasi. Tidak hanya prestasi di bidang akademik, tidak sedikit mahasiswanya yang juga menjadi jawara dalam bidang non akademik. Seperti Ahmad Rois Rangkuti yang berhasil meraih juara III Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) tingkat Universitas. MTQ tingkat Universitas ini diadakan di Masjid Darul Ulum Universitas Bengkulu.

Mahasiswa yang akrab disapa Rois ini mengatakan dalam ajang tersebut setiap peserta berlomba membaca Al-Qur’an dengan bacaan mujawwad dan murottal, yaitu bacaan Al-Qur’an yang mengandung nilai ilmu membaca, seni baca, dan adab membaca menurut pedoman yang telah ditentukan. Pada saat tampil Rois membacakan Qur'an Surah Al Baqarah Ayat 261.

Ahmad Rois Rangkuti merupakan mahasiswa Ilmu Kelautan semester empat saat ini, yang merupakan putra ke tiga dari 6 bersaudara. Lahir di Desa Bonda Kase, 22 Januari 1997.

Tidak terbayang dalam benaknya akan mendapatkan juara dalam lomba tersebut. Pasalnya, latihan hanya dijalani dalam waktu relatif singkat.

mengaku senang atas prestasi yang diperoleh. Keduanya berharap kedepan dapat menyumbangkan lebih banyak lagi prestasi dalam kejuaraan lainnya. (Penulis: Apriliansyah)

IKL UNIB | Kamizan Ropik Mahasiswa Ilmu Kelautan Unib Lolos Seleksi Mewakili Provinsi Bengkulu sebagai Peserta Kapal Pemuda Nusantara (KPN) 2017

IKL UNIB - Senin (22/5/2017), Satu mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu lolos seleksi mewakili Provinsi Bengkulu sebagai peserta kegiatan Kapal Pemuda Nusantara (KPN) dalam rangkaian Sail Sabang 2017. KPN merupakan salah satu program Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang bertujuan menanamkan nilai-nilai dan potensi bahari Indonesia di kalangan generasi muda.

Mahasiswa tersebut adalah Kamizan Ropik (Ilmu Kelautan Unib 2015) berasal dari daerah Manna, Bengkulu Selatan merupakan putra kedua pasangan dari Bapak Janatul Mukmin dan Ibu Megawati.

Kapal Pemuda Nusantara akan mulai berlayar pada 28 November 2017 dari Jakarta dan berlabuh di Sabang, Nanggroe Aceh Darusalam pada 5 Desember 2017 dengan perjalanan ini akan menghampiri pulau-pulau di terluar dari perjalanan menuju Sabang.

Kedua menyampaikan selama mengikuti KPN, mereka melakukan berbagai kegiatan di bidang sosial dan kebudayaan dalam masa karantina. Mereka menetap selama beberapa hari di pemukiman warga lokal dan melakukan audiensi dengan pemerintah daerah setempat serta menjalani aktivitas pertukaran kebudayaan.

Sebelumnya Ropik mengikuti tahap seleksi dengan 16 peserta lainnya se Provinsi Bengkulu. Dalam hasil akhir diumumkan lulus dengan predikat ke tiga dengan nilai akhir 73,54. (Penulis: Apriliansyah)

Rabu, 24 Mei 2017

Seminar NasionalIlmu Kelautan ke 3 Potensi Pariwisata Bahari Provinsi Bengkulu Menuju Wondeful Bengkulu 2020

IMPUNAN Mahasiswa Ilmu Kelautan (HIMAILKA) Universitas Bengkulu menggelar seminar nasioal tentang potensi pariwisata bahari menuju wonderful Bengkulu 2020, Rabu (19/4/2017) di ruang rapat utama gedung rektorat UNIB.


Selain merupakan agenda tahunan yang sudah diprogramkan HIMAILKA Fakultas Pertanian, seminar nasional yang diikuti ratusan mahasiswa ini juga dimaksudkan untuk memeriahkan rangkaian dies natalis ke-35 UNIB tahun 2017.
“Sebagai mahasiswa, kegiatan seminar ini merupakan kegiatan akademik yang dapat memberikan pengkayaan ilmu pengetahuan dan menambah wawasan bagi kita semua. Dan sebagai pemuda, kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata kita untuk ikut serta membangun dan memajukan dunia pariwisata serta mendukung program pemerintah,” ujar Ketua HIMAILKA UNIB, Tri Anugrah.
 
Senada diungkapkan Wakil Rektor UNIB Bidang I Akademik, Prof. Ir. Dwinardi Apriyanto. Menurutnya, melalui seminar ini, masing-masing pihak bisa menyampaikan ide-ide dan gagasan tentang bagaimana memaksimalkan pengelolaan potensi pariwisata dalam rangka mendorong terwujudnya wonderful Bengkulu 2020 yang menjadi program prioritas Pemerintah Provinsi Bengkulu.
“Satu sisi kegiatan ini adalah wadah menimba pengetahuan, dan sisi lain dapat memberikan masukan serta ide-ide cemerlang tentang bagaimana menggali, menemukan, menjaga, serta memanfaatkan potensi pariwisata bahari untuk kemajuan daerah di masa mendatang. Oleh sebab itu, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan semoga dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kita semua,” ujar Prof. Dwinardi seraya membuka acara.
 
Seminar ini sangat menarik dan disambut antusias oleh ratusan mahasiswa dari Program Studi Ilmu Kelautan UNIB maupun dari program studi terkait lainnya. Ini karena empat orang pemateri yang dihadirkan merupakan expert di bidangnya.
Keempat pemateri itu adalah, pertama M. Zulficar Mochtar, Kepala Badan Riset dan SDM Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan Perikanan RI yang menyajikan makalah berjudul “Potensi Pariwisata Bahari Provinsi Bengkulu dalam Menuju Wonderful Bengkulu 2020.”
Pemateri kedua, H. Gotri Suyanto, SE, M.Sc, Sc, Asisten III sekaligus menjabat Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu yang pada paparnya menyampaikan tentang berbagai potensi wisata Bengkulu dan kebijakan serta program pemerintah daerah dalam mewujudkan visit 2020 wonderful Bengkulu.
 
Pemateri ketiga dan keempat adalah akademisi sekaligus pemerhati pembangunan kepariwisataan dari Universitas Bengkulu, yaitu Ir. Zamdial Ta’alidin, M.Si yang juga dipercaya sebagai Tim Ahli Kelompok Kerja P4VG Gubernur Bengkulu 2016-2021, dan Eko Nofridiansyah, S.Pi, M.Sc yang juga aktif sebagai Satgas Adopsi Pulau Enggano program kerjasama Universitas Bengkulu dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.
Banyak hal tentang fakta, data dan kondisi pariwisata bahari yang terungkap pada seminar nasional ini. Namun satu hal tidak ada yang membantah bahwa Indonesia termasuk Provinsi Bengkulu, merupakan surga bagi pengembangan potensi wisata bahari. Kenapa demikian, karena Indonesia merupakan negara dengan ribuan pulau sehingga mempunyai objek wisata bahari paling lengkap di dunia.
 
Di Provinsi Bengkulu sendiri terdapat 7 pulau baik yang berpenghuni maupun belum berpenghuni. Berdasarkan Peraturan Presiden No. 78 tahun 2015, ketujuh pulau itu adalah Pulau Enggano, Pulau Satu, Pulau Dua, Pulau Merbau, Pulau Bangkai, Pulau Tikus dan Pulau Mega.
Dalam perspektif kemaritiman, Bengkulu memiliki panjang garis pantai 525 Km yang terbentang sepanjang jalan lintas barat Sumatera mulai dari Kabupaten Mukomuko perbatasan dengan Sumatera Barat, hingga Kabupaten Kaur perbatasan dengan Provinsi Lampung. Dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu, 7 kabupaten/kota merupakan wilayah pesisir.
 Luas wilayah laut territorial Bengkulu adalah (525 Km x 12 mil x 1,852 Km = 11.667,6 Km2) atau setara dengan 1.166.760 hektar. Luas wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEE) yaitu 525 Km x 200 mil x 1,852 Km = 194.460 Km2 yang setara dengan 19.446.000 hektar. Dengan demikian, total luas perairan laut yang dapat diakses oleh Provinsi Bengkulu adalah 19.446.000 hektar atau 9,8 kali luas daratan yang hanya 1.979.515 hektar.
 
 
Dengan perspektif kemaritiman itu, Bengkulu termasuk daerah yang kaya potensi wisata bahari. Apa saja potensi itu ? Mulai dari Wisata Pantai (Walking and Jogging on The Beach, Sun Bathing)Diving (Penyelaman), Surfing (Selancar), Snorkeling (Observasi dari permukaan air), Camping dan Out BondCanoeing (Bersampan), Sailing/Cruising (berlayar/kapal pesiar), Bird Watching (Observasi burung), Mangrove TrackingDolphin Watching (Menonton Lumba-Lumba), Whale Watching (Menonton Ikan Paus), Pelepasan Tukik, Sport Fishing, Volly Pantai, RefreshingCulinary tourismJet Ski Sport (Olahraga Jet Ski), Sea Kayaking (Kayak di Laut).
Namun, berbagai potensi tersebut belum dimanfaatkan dan dikelola secara optimal. Kontribusi sektor wisata bahari terhadap pembangunan ekonomi Bengkulu masih kecil dan belum mampu menekan angka kemiskinan yang mencapai 16 % dari jumlah penduduk 1.884.788 jiwa (BPS 2015).
“Perlu upaya secara terpadu untuk pembangunan pariwisata bahari di Bengkulu ini,” tegas Zamdial Ta’alidin, salah satu akademisi UNIB yang sangat konsen mendorong kemajuan sektor kemaritiman di Provinsi Bengkulu. [Penulis : Purna Herawan Photo and Repost: Apriliansyah]